piggy

piggy
BABIKU

Rabu, 15 Oktober 2014

15 Oktober 2014

hari ini bahkan udah dua kali gua sakit hati tapi kenapa lidah ini kelu untuk ngomong bahwa yang ia ucapkan itu menyakitkan hati.
bahkan dia sama sekali tidak menengok keadaan gua setelah dia berucap keadaan gua..
oke yang satu memang terlihat jelas, tapi apa yang satu lagi mempunyai dendam pada gua ??
kalau iyapun hanya hal sepele dia meminta gua untuk nganterin dia kelantai dua tapi gua gak mau ... lagi males ..
terus kenapa dia harus sampe bilang kayak gitu ?? mentang mentang udah laku??! sityu oke?!! situ cantik??!!! mentang mentang punya duit lu bisa ngubah seluruh penampilan lu?!! nanti saat lu kesusahan lu pasti nyari gua .. emangg ada ya orang yang bertemen gak ada maunya ??
sebutin satu orang diduniamu .. temen yang deket gak ada maunya!!!
GAK ADA KAN?? >:D

Sabtu, 11 Oktober 2014

Keceplosan

* keadaan sunyi saat Mufidz mulaki membuka buku IPSnya, hari ini Yudha, Mufidz sedag belajar untuk Midtest.
Mufidz :" Oke pertanyaan berikutnya... apa ibukota SULAWESI BARAT? "
Yudha :" apaan pontianak? samarinda? "
Mufidz " SALAH!! "
Gita :" Kocak lu!! itu kalimantan!! PALU! "
Mufidz :" SAALAH! cluenyabbundanya Hani.. "
Yudha :" Bunda JUJU, apaaan?? makasar? "
Gita :" HAH?!! juju??? ju.. PEj.... eh, salah keceplosan!!"
Mufidz, Yudha :" HEEEH!!! Parah!! "
MAMA :" Mamuju..! "

DAN



Kehilang adalah sesuatu kata atau hal yang sangat menyedihkan aku pernah merasakannya, pergi meninggalkan Dan tanpamengatakan bahwa aku mencintainya.
Ini Cerita yang kualami kurang lebih sebulan yang lalu, aku mendengar suara ribut – ribut seperti orang pacaran. Begitu penasarannya akupun melongok sedikit ke arah gang itu, benar saja ada sepasang kekasih yang ribut besar. Sepertinya mereka meributkan hal yang sepele, dari awal aku menatap pertengkaran mereka wajah si cowok sangat tenang dan dingin, bahkan dia tak berbicara apapun, karena begitu tenanganya ia meninggalkan si cewek begitu tenangnya. Aku sendiri bingung kenapa ada orang yang begitu tenangnya menghadapi pertengkaran ?
Dia berjalan ke arahku.
Kupalingkan wajahku dan berpura – pura membaca koran di sebelahku. Dia terus memperhatikanku.... apa dia ingin marah – marah padaku karna telah menguping pembicaraan mereka, dia dekatkan wajahnya dn berkata.
            “ Hei, kau itu memang aneh atau memang biasa membaca terbalik ? ” Dengan wajah dingin ia mengucapkan itu.
Aku mengangkat alis dan melihat apa yang kubaca. Benar saja aku terbalik membacanya.
            “ Emm... Iya, aku.. sedang mencoba membaca...
Belum selesai aku berbicara ada cewek (lebih tepatnya cewek yang tadi di gang) berteriak – teriak sebuah nama yaitu Dan Nazomaru. Sejak saat itu aku mengenal Dan, tapi itu hanya pertemuan singkat.
Ë
3 hari berselang, aku sedang berjalan menuju toko musik dan saat itu lagi aku mendengarkan suara ribut – ribut lagi dari arah gang yang sama 3 hari lalu, karena mungkin dasarnya aku adalah orang yang penasaran aku melongok ke arah gang itu. Ternyata itu orang yang 3 hari lalu bertengkar disini namun, dengan cewek yang berbeda. Waktu itu rambut panjang, segi dengan make – up yang benar – benar over dan yang sekarang rambut pendek, bob dengan high heels yang begitu tinggi. Lelaki itu lagi – lagi melengos pergi. Benar – benar ya Cowok itu, cowok itu pasti mau ke arah sini, lebih baik aku bersembunyi.
            Setelah tadi pergi selang 3 menit aku keluar dan melihat cewek yang tadi penuh air mata berlinang mengalir di wajahnya, dia sesungukan menyebut nama Dan Nazomaru. Dengan begitu percaya diri dan penasaran aku tanya cewek tadi.
                        Ane – san.. Daizo ka?1” dengan wajah penasaran sekaligus kebingungan
                        “i.. ya.. hek.... hek...” sungguh sedih wajahnya.
                        “Ada apa? Kenapa kau sesedih itu ?” aku pura – pura tak tau apa – apa tentang pertengkaran tadi.
                        “Pacarku .... BODOH!! Dia... HUAAA!!
Cewek itu menjerit di depan telingaku.
                        Ane – san2 , tenanglah.. ceritakan padaku pelan – pelan ya.. Oiya maaf kalau aku tidak sopan, namaku Gitā Utaro..
                        “Gitā... Gitar? Entah siapa namamu.. dia si Dan itu benar – benar dia begitu dingin, tidak ada romantisnya dan itu mirip dengan tidak peduli HUAAA!!lagi – lagi ia teriak dan parahnya lagi SROOT ia buang ingus didepanku.
                        “Benarkah? Jadi lelaki bernama Dan itu pacarmu? Dan dia sedingin itu?” aku sedikit kagum pada gadis ini mau jadi pacar manusia itu.
                        “hek...hek.. iya dan bodohnya lagi aku yang mengajaknya pacaran HUAA!!

Saat cewek tadi berkata seperti itu, berkata seperti itu, aku langsung diam tidak bergerak. Kenapa tuhan begitu adil shingga orang seperhatian ane – san ini di pertemukan dengan manusia sedingin Dan. Yang bisa kulakukan pada cewek tadi hanya menepuk – tepuk pundaknya lalu, pergi.
Ë
Satu minggu berlalu dan dalam seminggu itu aku terus berpikir apa aku bisa berpacaran dengan orang macam Dan? Tapi aku tidak ingin menembaknya yang terlebih dahulu, aku ingin dia yang tergila – gila padaku. Bagaimanapun caranya...
Tapi bagaimana caranya??. Aku terus – terusan menggumam perkataan tadi.
                        BRAKK!!
Sepertinya aku menabrak sesuatu, sesuatu yang besar dan itu..  kupandangi ternyata orang,  dari bawah ke atas ternyata Dan.... itu Dan ?! Dan Nazomaru ?!! benar ini pasti takdir yangg di tentukan Kami3. Tuhan ingin aku mencoba menaklukannya. Terima kasih Kami J
            Aku buru – buru minta maaf padanya dan membersihkan pundaknya. Seperti ia tidak suka dengan perlakuan ku padanya. Karena mukanya berubah masam dan mengerut, tanpa basa – basi apapun ia melanjutkan perjalanannya sedangkan aku? Menguntit dibelakangna. Langkah demi langkah ku hentakkan untuk mengetahui tempat mana saja yang ia kunjungi. Dari seluruh pengamatan ku dia pergi ke Cafe Maxifix, tempat pelajaran tambahan kecil dan toko kaset. Aku sendiri tidak tau apa yang ia lakukan, tapi jujur kakiku hampir saja copot. Huuh .. tiba – tiba ada yang menyodorkan minuman isotonic ke arah ku, ketika kuangkat kepalaku itu Dan, dia memberiku minum? Baik sekali ya.. baru saja aku ingin ir yang baik – baik ternyata dia malah berkata.
                        kau pasti capek seharian mengikutiku” dengan wajah dinginya.
Tubuhku beku seketika, kenapa ia bicara seperti itu dengan wajah yang aneh itu. Aku menolak tawarannya itu dan memalingkan wajahku. Tapi Dan tak bereaksi apa – apa, dia justru ikut duduk di sebelahku. Ia mengetuk – ketuk kakinya, seperti mendengarkan musik (memang sedang menggunakan headset). Aku yang penasaran dengan kelakuannya itu mendekatkan telingaku pada telinganya. Makin dekat, terus mendekat.. dan akhirnya pipi kami menempel, Dan begitu terkejut dan mengangkat kepalanya karena kelakuannya itu aku hampir saja tersungkir.
            Dia mengerutkan keningnya, sambil menatapku aneh. Aku menunjuk headsetnya, Dan melepaskan headse itu dan melihatnya sambil berkata.
                        kau mau mendengarnya?” sambil menunjukkan muka masamnya.
“ti.. tidak, aku hanya ingin tau apa yang kau dengar..
Yah, hanya itu yang kuinginkan, kok. Kenapa ia begitu marah sih? Lagipula.. benar kita kan baru bertemu! Aku baru ungat hal itu dan menatapnya, kulebarkan cengiranku dan mencoba berdiri
                        “maaf, aku lupa .. kita baru pertama bertemu..
Kulangkahkan kakiku kekiri satu langkah, dua langkah, dan lari.
BODOH!!!! Gerutuku dalam hati.
Kulirik ke belakang Dan ingin menahanku tapi ku perkuat lariku. Dan hanya menatap tanganya, lalu melambaikan tangan.
Ë
Kulemparkan jaketku ke atas kasur yang empuk ini, tak bisa kubayangkan aku dengan bodohnya menempelkan pipiku ke pipi Dan. Aku terus – terusan memikirkan hal itu sambil menggeleng – gelengkan kepalaku. Akhirnya ku baringkan tubuhku ke atas kasur dan ku pejamkan mataku, belum ada 5 menit sudah ada yang mengetuk pintu apartemenku. Siapa orang aneh yang akan menggangguku? Ketika kubuka, orang rapi dengan kacamata minus yang dipakainya, siapa dia? Pemuda itu mendungklukan badannya dan menatapku. Aku bingung dan sedikit membalas dungklukannya. Ia merogoh kantongnya lalu menunjukkan sebuah kartu nama. Disitu tertulis Namanya Azora Yanguchi, ia melepas kacamatnya.
                        kau ingat aku? laki – lakii itu menatapku dengan godaanya.
                        “apa? Kau.. Azora Yanguchi, kan?”itu identitas yang ada di kartu namanya.
                        “ayolah Gitā Utari, aku yakin paman Utaro akan sedih kalau kau lupa aku..
Dia mengenal ayahku? Darimana?  Gumamku dalam hati
Lelaki tadi mendekatkan terus wajahnya, dan meyakinkanku.
                        “Ayolah kak, aku ini adikmu tercinta?
Heh?? Kapan ayahku membuat adik laki – laki?
Hanya hal itu yang terpikirkan saat pemuda itu bicara seperti tadi.
“ya.. tuhan! Kau itu tidak peka – peka ya!!”mukanya lelaki itu sudah berubah jadi merah padam, dia mirip Tengu4. Dengan hidung yang mancung itu.
                        “aku ini calon suami mu tau!!”teriaknya dengan sedikit tersipu.
Ë
Badanku terasa berat untuk bergerak.. kalimat yang ia ucapkan tadi itu apa tak salah dengar aku?
BRUK..
Benar saja badanku terjatuh begitu saja, mulutku menganga. Dengan wajah penuh khawatir ia bertanya.
                        kau tidak apa? Hei, Gitā – chan!” Dia mendekatkan wajahnya.
Aku bingung harus berkata apa.
                        kau keluar!” mungkin hanya itu, karena aku harus menenangkan diriku.
Mungkin juga lelaki tadi tidak mau pergi soalnya dia menampakkan wajah tidak mau. Tapi aku lebih memaksa dan mendongklekan kepalaku. Akhirnya dia pergi dari apartemenku. Kenapa ini terjad? Ayah, sejak kapam kau merencanakan semua ini? Sungguh ini semua aneh. Sfetelah kuingat – ingat lagi memang benar keluarga Yanguchi sudah melamarku sejak aku masih berumur 3 tahun. Laki – laki tadi itu Azora lelaki yang dulu culun, klimis, dan ingusan. Tapi dia tampan sekarang.   
Tidak boleh!! Aku menggerutu pada siriku sendiri.
Keesokkan harinya aku berangkat kekampus. Hal yang biasa sebagai mahasiswi. Tapi, ada seseorang yang telah bus dia Dan. Kenapa ini semua seperti takdir ya? Baru saja  aku ingin menyapanya, ada seorang gadis lain yang menyapa duluan. Mereka serasi sekali, ya? Semangatku langsung tidak ada, TIDAK!! Aku harus tetap semangat!!
Yosh! Langsung kita, masuk!
Ketika aku ingin menaik busnya aku baru sadar, busnya sudah jalan duluan.
ARRGHH!! Tolong aku!!! Gerutuku dalam hati.
Gara – gara si Dan itu aku ketinggalan bus, dan lari dari rumah ke kampus.
Doushite?! Gerutuku lagi.
Sampai dikampusku sungguh aneh ada 5 orang berjas putih yang menatapku terus – menerus dan mulai berjalan kearahku, karena panik aku lari saja. Aku lari ke koridor lantai 2, tapi mereka tetap mengikutiku dengan berjalan cepat. Disaat aku berlari seseorang yang tak kukenal menyekapku. Tangangnya besar sekali. Ketika orang – orang berjas itu pergi orang yang menyekapku melepaskan tekapannya. Akupun ingin mengucapkan terima kasih pada... itu.. Dan?!!
                        kau? Sedang apa disini? kalimat yang tadinya ucapan terima kasih semunya  berubah.
                        “sssttt.. jangn teriak – teriak seperti itu..!” dia menatapku kosong.
                        “iya maaf... kau laki – laki yang waktu itu kan?” aku pura – pura saja tak tau namanya.
                        “Namaku Dan Nazomaru.. Aku kerja disini..
Sejujurnya aku  tau namanya, tapi soal ia kerja disitu sungguh – sungguh mengejutkanku.berarti dia punya banyak sekali kerja sambilan.
                        “hei! Jangan bengong! Kau mahasiswi?
                        “iya,.. oiya aku pergi dulu ya, aku ada kelas” baru saja aku mau lari keluar ruangan ada suara tapak kaki dari laki – laki berjas tadi. Lagi – lagi Dan menarikku kebelakan. Wajahnya dekat sekali... aku ingin teriak sekencang – kencangnya, tapi bibirku di cium oleh Dan dia menyekapku dengan bibirnya langsung.
            Dan melepaskan bibirnya. Wajahnya tidak merah sedikitpun. Dia laki – laki yang aneh.!!
                        “maaf ya, kalau tak begitu kau pasti akan...
Belum selesai dia menjelaskan aku sudah memotongnya.
                        “tidak apa – apa.. Dagh! Kalau mau bicara lagi nanti ku temui di kantin ya..
Aku berlari kekelasku. Kelas desain, ±51 kali aku masuk kelas desain baru kali ini aku melamun .. memikirkan hal tadi, bibirnya dan bibirku... OH MY G£D!!! Dengan wajah yang aneh sensei caterina menegorku dan alhasil aku di suruh membuat 20 lembar pose yang berbeda – beda. Ya ampun itu sungguh Freak!! Saat kelas itu sudah selesai aku berjalan menuju kantin tempat yang paling nyaman untuk mengerjakan tugas dengan dilengkapi makanan – makanan. Ini tempat yang sunggug – sungguh mengasyikan ... tadinya, sampai si Monster es itu datang. Siapa lagi.. Dan!! Dia duduk tepat disebelahku, dengan wajah ingin tau apa yang kukerjakan. Yang berubah darinya adalah pakaiannya, kini dia seperti laki – laki seumurannya. Meskipun aku tak tau berapa umurnya.. ^_^. Sepertinya ada yang ia ingin sampaikan tapi karena ia melihat ku sedang sibuk jadi tidak jadi – jadi, 3 kali ia menahan perkataannya. Aku muak dan menutup buku desainku sambil menatap Dan.
                        Nani?!!6”menatap Dan dengan sinis.
                        “itu.. Aku ungun tau .. namamu?”dia sedikit takut dan kaget makanya terbata – bata.
                        “apa? Namaku? Perkenalkan aku Gitā Utaro! Aku adalah anak dari Suara Gitar!!” dengan bangga kutunjukkan siapa aku.
                        kau anak dari suara gitar? Tapi kenapa masuk jurusan Desain Fashion? Sungguh aneh..”ia mengatakan itu dengan wajahnya yang dingin sambil melirik ke arah bukuku...
                        “Ceritanya panjang, ayahku Cuma tak mau aku menuruni bakat ibuku di bidang seni musik. Ia lebih suka yang tenang seperti melukis atau menggambar..” panjang lebar aku bercerita, Aku ingat ada kelas Anatomi.
                        “emm.. aku munta nomormu boleh?
Omonganya tak kuhiraukan..
                        “maaf Dan .. Aku ada kelas jadi aku..
Dia menahanku begitu kencang.
                        “Nomormu dulu..!” pintanya agak memaksa.
“XXXX... permisi!”
Aku kabur sejauh mungkin. Bukan kabur sih, aku memang ingin masuk kelas. Kelas Anatomi adalah kelas mengenal bagian tubuh dan bentuk – bentuk pose. Yaah.. kali ini ada asisten dosenku dia laki – laki.. dan ia terlihat seperti .. Dan!! Mataku terbelak menatapnya, si Dan ituu terus menatapku dan mengedipkan matanya
                        “Akh!!! Anata wa!!..7 aku baru sadar kalau itu bukan Dan, semua anak dikelas menatapk u aneh.
                        “Utaro!! Diamlah!!” yang teriak itu dosenku sepertinya semua dosen sudah tau namaku. Malu sekali rasanya tadi.
Melodi lagu “Payphone” terdengar ketelingaku, benar itu nada dering handphoneku. Tapi yang menelponku siapa? Nomornya tidak ada dalam kontakku.. aku angkat teleponnya dan orang diseberang sana berkata.
                        “Hai.. ini aku.. Dan, apa kau mau jalan – jalan ?
Aku diami ucapannya tadi..
                        “hei.. ini Gitā Utaro kan? Halo?
Aku diami lagi dan kututup teleponnya.
Tut. Tut. Tut. Tut.
Dan itu aneh atau gila sih? Dia begitu dingin pada perempuan yang lain tapi kenapa sekarang dia... lagi – lagi suara langkah kaki itu, langkah kaki orang – orang berjas putih.Its’s time to  RUN!! Sepertinya mereka mengetahui keberadaanku ini, langsung mereka mengikutiku. Aku berusaha pergi jauh dan keluar dari kampusku. Aku belok kearah toko ramen, tempat yang aman dan nyaman dan kenyang tentunya untuk bersembunyi. Untung saja Nona Ichigo akrab denganku meski pelit terhadap uang dia tetap loyal terhadap benda. Katanya “Apapun akan kuberikan makanan/minuman secara gratis padamu asal tidak uangku..,” kali ini ia menawariku Udon gratis tapi kutolak, aku lebih memilih persembunyian gratis daripada makanan gratis. Semua pasukan berjas itu melewati rumah makan ini begitu saja. Tapi, ada satu orang yang melongok ketempat ini dan berteriak.
“Hei! Coba kesini dulu!!
Merekapun berbondong – bondong masuk dengan tampang sangarnya. Aku bersembunyi dilantai 2 dengan berdoa tanpa henti, samar – samar aku mendengar suara nona Ichigo. Sepertinya mereka menanyakan diriku. Ketika sedang serius – seriusnya mendengarkan, nona Ichigo tiba – tiba datang dan menaikkan kedua alisnya. Aku tau ia mau mengatakan apa. “Apa kau gila?” atau “kau gila, ya?!”. Tapi semua dugaanku salah ia malah bilang.
                        “Gitā ..! cepat sembunyi!” dengan berbisik – bisik. Ini gawat, pasti mereka mau menggeledah tempat ini. Akupun masuk kedalam ruangan, ruangan kulkas untuk daging. Dingin sekali disini, tapi tidak apa- apa. Aku mundur.. mundur.. mundur.. BRUG! Sepertinya aku menabrak sesuatu, kutolehkan wajahku itu... ha?! Kok si Dan lagi??sebenarnya dia itu apa sih? Seperti hantu saja. Wajahnya biru semua, itu yang membuat kulebih yakin ia adalah Hantu. Mulutnya mulai berseri menampakkan senyuman. Apa yang menyenakan. Sedangkan diluar, para pasukan berjas itu mencari – cariku. Aku mengintip dari dalam, ada Azora. Jadi dia yang menyuruh orang – orang itu, dasar! Dian ingin memata – matai aku? Jahat!!
“hei, kau kenal dia?” Dan berbicara dengan nada yang sangat rendah. Aku bersiaga satu.
                        “ti.. tidak kok..” lebih baik mengelak untuk saat ini.
                        “bohong! Untuk apa kau sembunyi jika kau tak kenal?
Dia benar sih. Harusnya aku mencari alasan lain.
                        “oiya, kau itu unik ya, kucium tidak marah, ditelepon tidak berbicara,.. Aku tertarik padamu..”matanya menggodaku. Apa maunya dia.. aku tak mau.. belum selesai aku menggerutu lagi – lagi dia menyekapku. Anak buah Azora mengintip ke dalam ruangan ini. Aku dan Dan berusaha sembunyi. Badanku terasa hangat saat itu. Tidak boleh aku tidak boleh menyukainya!! Itu dilarang keras.
Ë
            Setelah mereka semua pergi nona Ichigo memanggil kami tapi, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi. Semuanya terasa dingin Dan memegangiku dengan erat, pandanganku gelap sekali dan benar saja aku pingsang. Setelah siuman nona Ichigo memberikanki kocha8, badanku bertenaga lagi. Yang terpikir oleh ku setelah itu, Dimana Dan? Aku clingak clinguk mencarinya, nona Ichigo melihatiku terus.
                        “Gitā.. Dan dari tadi sudah pergi.. tapi, selama 30 menit penuh ia memegangimu terus dan setiap 10 menit sekali ia menelpon ku menanyakanmu.
Saat itu perasaanku campur aduk. Aku memikirkannya terus apa dia baik – baik saja? Apa ini? Kenapa aku terus – terusan memikirkan Dan begini?
Aku berjalan menelusuri jalan trotoararah pulang. Selangkah, dua langkah. Lagi – lagi kepalaku pusing, aku bersandar ke tiang listrik. Tanganku mengarahkan ke taksi yang melintas. Taksi itu berhenti didepanku, dengan hati – hati aku melangkah masuk ke taksi. Baru aku ingin bicara tujuanku, tiba – tiba...
                        “mau kemana nona... Utaro??
Langsung pandanganku kearah supirnya. Supir itu menoleh dan lagi – lagi itu adalah Dan. Apa orang itu selalu membuntutiku ya? Sungguh aku rasanya ingiin keluar kalau punya tenaga -_-“
                        “emmm.. kau Dan kan??”aku sedikit bertanya.
                        “ya.. tujuanmu nona?”
                        “Ya.. apartement Konbu..
Dia terdiam sejenak, lalu..
                        kau tinggal disana nona?
                        “ya..”
Cukup singkat pembicaraan kita, aku takut aku menbuat pohon cinta tumbuh.
Dan terus – terusan menatapku melalui spion atas. Aku pura – pura tidak melihatnya (meski aku tau yang ia lakukan) tapi lama – kelamaan kenapa aku merasa risih ya.. seperti sedang dibuntuti. Akupun menatap ke spion atas juga, dengan tatapan sinis aku mengisyaratkan “Diam!!”.
            Si Dan itupun menyetir kembali dengan fokus ke jalan. Ketika 30 meter sebelum apartemen – ku, Dan menanyakan sesuatu.
                        “emm.. kau dikamar berapa?
                        “eh? Apa? Kamar apa?”aku bingung, maksudnya apa, apa maksudnya kamar apartemen?
                        “ya... kamar apartemenmu? Nomor berapa?
Katanya sedikit geram dengan jawabanku.
“aa... kamar 27 lantai 2 paling pinggir.
Dia terdiam lagi. Ada yang aneh kenapa dia terus – terusan tiba – tiba diam begini? Tak apalah, dia jadi tidak mengganggu lagi. Setelah sampai di apartemen, aku membayar taksinya, dan meninggalkan Dan. Namun tanganku ditarik oleh Dan. Dia menatapku dengan sangat mani. Aku melepaskan genggamannya, dn memanggilku dengan suaranya yang payau.
                        “oi, NONA UTARO.. jam 3 sore aku akan kerumahmu.. dengan bunga tulip, oke?
                        “Hei?! Memang kau..
                        “ssstt.. aku ini Dan kau akan menjadi calon kekasihku.. ”dia menahan perkataanku.
                        “Apa? Aku..? tapi...
                        “Dagh!”
Buru – buru si Dan itu menancapkan gasnya, aku ingin menarik bibirnya yang suka melakukan sesuatu seenaknya saja.
Aku melepaskan sepatu dan menuju ke ruangan makan. Kuminum segelas air tapi rasa kering ini masih tidak hilang. Tiba – tiba kepalaku mulai pusing kembali, ini pasti akibat pingsan tadi. Ini jam berapa sih? Aduh, jam 3? Kok goyang
Tok! Tok! Tok! Tok!
Selangkah kulajukan kakiku, mataku makin berbayang. Orang itu membuka pintu itu dan menatapku khawatir, tak terlihat sedikitpun wajahnya. Tidak terlihat. Aku pun berakhir dipeluka orang itu yang diduga adalah laki – laki.
 Mataku masih terpejam meskipun aku tak sepenuhnya pingsan laki – laki itu terus memegangi tanganku, seakan tak mau terjadi apa – apa padaku. Setelah tubuhku mendingan, kubuka mataku perlaha – lahan, orang itu... Azora? Bukan! Itu Dan.. ia membawa bunga tulip. Tunggu berarti in sudah jam 3, dia benar – benar datang. Seandainya tidak ada dia aku.. aku pasti..
                        “terima kasih..”tiba – tiba saja keluar ucapan itu.
                        “ya, tak masalah....
Dan menatapku terus, aku mulai mengalihkan situasi dengan mengambil air untuk diminum. Dia menahan tanganku, ku palingkan wajahku karena sudah merah padam. Tangan sebelah kirinya memegang pipiku. Mata kami saling bertemu,Dan mendekatkan wajahnya, kami layaknya orang mau berciuman.
CGELK!
Tiba – tiba Azora datang dan terkejut melihat aku dan Dan yang... seperti ini. Dia menyunggingkan kedua alis dan bersiap untuk marah – marah, tapi Dan menyuruh diam dan berkata. “biar kulanjutkan sedikit setelah itu aku akan pergi, oke?” Azora kebingungan dengan perkataan Dan. Dan langsung menatapku dan mencium keningku, dia melakukannya dengan cepat. Aku yang diciumnya langsung matii gaya. Dan langsung menuju pintu, tapi sebelum ia keluar dia sempat berhenti seperti berbicara dengan Azora. Sebenarnya, aku ag kecewa dengan tindakkan Dan tadi... kenapa hanya keningku? Kenapa bukan bibirku? Tak sadar aku memegang bibirku sendiri. Apa yang dipikirkan oleh Gitā Utaro ini? Aku tak boleh mesum dan memikirkan Dan terus, huuuh... Azora terus menatapku dengan mata khawatir dan kesal. Dari tatapan matanya juga sepertinya ada yang ingin ia ucapkan.
                        “Azora..”
                        “Gitā.. kau,
                        “ya?”
                        “besok kau ikut aku ke Inggris..
                        “APA??!!! Kenapa tiba – tiba ?!!
                        “Apa yang tiba – tiba? Apa kau lupa? Aku sudah bilang aku calon suamimu dan pasti jadi suamimu!! ketusnya.
                        “tapi..”
Bagaimana dengan Dan?aku masih memikirkan Dan.
                        “Oiya, pria tadi ...”
Aku langsung menatap mata Azora dan dengan wajah antusias mendengarkan kalimat berikutnya.
                        “dia bilang, dia menyukaimu.. katanya kau itu sangat keren dan beda, besok kau disuruh bertemu dengannya ditaman kota jam 9, tapi aku lupa bilang kalu ku..
                        “aku kenapa??” wajahku berubah.
                        kau tidak bisa datang..!
                        “Apa?!! Apa hakmu!! Aku yakin aku bisa datang!!!
Emosiku sangat meluap – luap seperti akan meledak. Dia itu tidak jauh beda dengan orang tua zaman dahulu!! Mengatur – atur seenaknya!!!
                        “oh, begitukah? Tapi pesawat kita terbang pukul 09.45 dan aku akan menjemputmu pukul 09.15.
Mataku terbelalak serasa akan keluar. Aku begitu shock, saking shocknya aku ingin menonjok wajah Azora itu. Untungnya aku sadar ada waktu 15 menit sebelum ia menjemputku.
                        “tapi ada waktu 15 menit!! Setelah itu di taman kota kau boleh menjemputku..
                        “........ baik, jangan lupa kemaslah barangmu dengan rapi.
Azora ingin menepuk kepalaku, tapi kutolak mentah – mentah. Ia menekuk wajahnya dan berbalik, Azora terlihat sangat geram. Tapi ditahannya dan pulang. Setelah kejadian tadi ittu aku terus – terusan menatap handphoneku. Berharap Dan menelponku, Dan mengakui ia menyukaiku terlebih dahulu. Aku ingin tetap membiarkan hal itu sampai ia mengakui ia MENCINTAI – ku, baru giliranku mengakui ARRGGHH!! Sekarang aku masih belum boleh mengakuinya. Handphoneku berdering nada tanda ada sms, deringan itu membuyarkan semua lamunanku. Itu sms dari Dan!
Sorry, aku hanya mengirim pesan kalau kutelepon pasti kau takkan menjawab.

Aku berfikir mungkin kalau sekarang akan kujawab Dan.
Tak apa.. kau benar aku tak mungkin menjawabmu jika kau telepon. Ada apa??

Kau.. besok aka datangkan?

Ya,, apa kau benar – benar menyukai ku??

Emm... spertinya begitu. Besok jangan telat ya.. Dagh!

Secepat itu? Apa ia gugup? Aku tak boleh terlalu percaya diri! Oh, ya aku harus meng – pack untuk besok.
Ë
KRIING..!! KRIIING..!! KRIING!!
Suara mengganggu apa itu? Sungguh pagi – pagi seperti ini aku hanya ingin tidur nyenyak. Setelah ku intip, jam 8, oh.. baru jam 8. Harusnya aku bangun jam... APA??!!! Jam 8?!! Aku harus siap – siap ke taman. Haduuuhh!! Belum mandi, dandan, Mati aku. Waktunya ngebut!!! Setengah jam berlalu (itu waktuku untuk mandi saja). Aku berdandan dengan secepat kilat, ini sudah jam 9 tapi aku baru keluar kamar apartemen dengan koperku. Aku menberhentikan taksi dan sebisa mungkin aku menyuruh supirnya ngebut. Sesampainya ditaman kota (itu sudah pukul09.15) Azora sudah datang, dia sepertinya sudah memberi tahu Dan. Karena Dan menatapku bingung dan matanya berkaca – kaca.
                        “Gitā ..”panggilnya.
                        “Azora, kumohon beri waktu 3 menit saja ..
                        “yah.. baiklah”pasrah Azora.
                        “Dan, begini ... kau sudah dengar tentang aku ...
                        “Aku Mencintaimu!!”potong Dan.
                        “!!”Aku dan Azora sama – sama kaget.
Wajahnya sangat sangat sangat merah, apa dia belum pernah menyatakan cinta?
“Dan, maafkan aku tapi... aku sudah punya calon suami,
                        “Aku mengerti.. tapi tidak bisakah kau bilang..
Belum selesai ia bicara padaku Azora memotong.
                        “Gitā Utaro, waktumu habis... Ayo!!”Azora memaksaku
                        “Dan maafkan aku, maafkan aku..
Aku berjalan masuk kemobil, setelah kututup pintunya, Dan seperti berkata sesuatu. Ia jatuh berlutut, dan mobilku perlahan menjauh.
Ë
2 tahun kemudian. Ini aku Apollo atau Gitā Utaro. Di Inggris aku mulai bermusik, bermain gitar dan bernyanyi. Azora? Dia suamiku, maaf maksudku mantan suamiku.. kami bercerai karena ayah Azora meninggal dan tidak ada wasiat apa – apa tentang pernikahan kami, aku juga tak melakukan apa – apa dengannya. Karena aku tak mau Azora juga sekarang pemain drum ku. Apa kabar ya si Dan Nazomaru? Sudah 2 tahun aku tak ke jepang, apa dia mulai dingin lagi? Dengan tiket ke jepang aku pulang ke kampung halamanku. Dengan alasan aku akan berkarya disana tapi bukan pemusik melainkan pelukis. Kalian taukan ayahku lebih suka hal yang damai dan tenang.
            Sudah 2 tahun meninggalkan apartemenku, tapi kenapa masih bersih ya? Ketika masih melihat – lihat keadaan tiba – tiba ada seseorang yang masuk dia itu Dan Nazomaru... kenapa dia bisa masuk kesini? Dia menatapku tak percaya,
                        kau.. Gitā kan?”ucapnya tak percaya.
                        “ya... Dan ,aku Gitā Utaro..
Dia berlari dan memelukku, pelukkan hangat yang kurindukan. Namun dia langsung melepaskanku, hampir – hampir aku jatuh.
                        “maaf, maaf aku lupa kau istri si empat mata, mana dia? Apa dia dikamar?”bicaranya dengan ketus.
Aku menonjok pipinya.
                        “bagaimana? Sakit? Kau dengar, ya!! Aku mungkin kejepang lagi jika masih dengan Azora!!” bentakku.
Dan melebarkan senyuman, dia memelukku. Dia mengajakku pergi malam ini. Kami akan ke Tokyo Tower. It’s show time for me, akuu berdandan se – cantik mungkin. Di malam ini aku memakai gaun pendek berwarna biru muda yan ditutupi jaket hitam dengan stocking, dilengkapi high heels 9 cm. Rambut ku yang kini sudah panjang juga sedikit di kepang. Ketika di Tokyo Tower, aku berjalan. Didepan Dan sudah menungguku dengan pakaiannya yang membuatnya sangat cool. Tapi tiba – tiba SLEB!! Perutku.. berdarah, sakit .... Dan berteriak namaku. Dia sangat kaget sampai mengeluarkan air mata. Aku sudah tak bisa berkata apa – apa. Aku sudah tenang dialam sana. Menatap Dan yang terus – terusan semakin cuek dan dingin, aku harap dia menemukan orang yang bisa membuatnya hangat lagi.

End.

Lebih baik kalian katakan sekarang kalau kalian suka dia sebelum kalian seperti aku, pergi tanpa menyatakan apapun tentang perasaanku.

__________________________________________________________________________________
 
1.      Ane – san.. Daizo ka? : kakak.. kau baik – baik saja?
2.      Ane – san : kakak perempuan orang lain.
3.      Kami : Tuhan – tuhan di mitologi jepang
4.      Tengu : makhluk legenda jepang. Pakaiannya mirip pendeta yamabushi yang menempa diri di hutan dan gunung. Wajahnya merah dan memiliki hidung yang panjang.
5.      Doushite?! : kenapa?!
6.      Nani?!! : Apa?!!
7.      Anata wa!!.. : kau!!..
8.      Kocha : teh asli jepang. Biasa terasa pahit